• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Senin, Juli 20, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Soal Autisme di Bontang, Wali Kota Neni: Jangan Langsung Salahkan Industri

Posyandu Disiapkan Jadi Garda Depan Deteksi Dini Anak

Suriadi Said by Suriadi Said
22 Mei 2026 | 08:19
Reading Time: 2 mins read
0
Soal Autisme di Bontang, Wali Kota Neni: Jangan Langsung Salahkan Industri Disabilitas dan Lansia di Bontang Dapat Rp300 Ribu per Bulan

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

WALI Kota Bontang, Neni Moerniaeni, angkat bicara soal munculnya kekhawatiran masyarakat terkait kasus autisme yang dikaitkan dengan keberadaan industri di kota tersebut.

Neni meminta publik tidak langsung menarik kesimpulan tanpa dasar ilmiah yang kuat. Menurutnya, kasus autisme tidak hanya ditemukan di kawasan industri seperti Bontang. Beberapa daerah nonindustri juga memiliki kasus serupa.

PILIHAN REDAKSI

Rekor 100 Persen! Cara Keren Bontang Buru Stunting Sampai ke Rumah Warga Bontang Bidik Stunting Satu Digit, Soroti Sanitasi Pesisir (1)

Rekor 100 Persen! Cara Keren Bontang Buru Stunting Sampai ke Rumah Warga

17 Juni 2026 | 20:19
Posyandu di Bontang Bukan Hanya Tempat Timbang Bayi

Posyandu di Bontang Bukan Hanya Tempat Timbang Bayi

17 Juni 2026 | 19:00

“Tidak bisa langsung dijustifikasi. Di semua daerah juga ada kasus autisme, bukan hanya di Bontang,” ujar Neni, Rabu (20/5/2026).

Pernyataan itu muncul di tengah diskusi publik mengenai kemungkinan pengaruh lingkungan terhadap gangguan perkembangan anak.

Neni mengakui, sejumlah penelitian memang menyebut paparan logam berat seperti timbal atau plumbum dapat menjadi salah satu faktor risiko.

Namun, ia menegaskan faktor penyebab autisme sangat kompleks dan tidak bisa disederhanakan hanya karena keberadaan industri.

Di sisi lain, Neni juga menyinggung kondisi lingkungan laut di Bontang.

Ia menyebut bulu babi menjadi salah satu indikator alami yang sensitif terhadap kualitas perairan, termasuk keberadaan logam berat dan mikroplastik.

“Bulu babi itu salah satu indikator kualitas laut. Kalau ada logam berat dan mikroplastik, itu bisa terdeteksi,” katanya.

Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian karena Bontang dikenal sebagai salah satu kota industri terbesar di Kalimantan Timur. Isu kesehatan lingkungan pun kembali menjadi perhatian publik.

Namun, alih-alih memperdebatkan penyebab, Neni memilih mendorong langkah konkret berupa deteksi dini autisme dan gangguan tumbuh kembang anak.

Menurutnya, gejala autisme biasanya mulai terlihat ketika anak memasuki fase interaksi sosial. Karena itu, pemantauan rutin melalui Posyandu dinilai sangat penting.

“Kalau autisme itu biasanya terlihat ketika anak mulai berinteraksi. Makanya penting datang ke Posyandu supaya tumbuh kembang anak bisa terdeteksi sejak dini,” ujarnya.

Pemkot Bontang kini berencana melibatkan kader Posyandu lebih aktif dalam pendataan anak yang terindikasi mengalami gangguan tumbuh kembang.

Pendataan akan dilakukan secara rinci dengan sistem by name by address agar penanganan lebih tepat sasaran.

Neni juga menekankan bahwa anak berkebutuhan khusus tidak bisa disamaratakan hanya dalam satu kategori disabilitas. Sebab, setiap kondisi memiliki kebutuhan penanganan berbeda.

“Nanti kader Posyandu kita minta mencatat kalau ada gejala seperti itu. Nama dan alamatnya dicatat supaya bisa saling membantu,” tegasnya. [CK/WIL]

 

Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: AutismePosyandu
Previous Post

Selambai hingga Tanjung Limau Masuk Kawasan Kumuh Bontang

Next Post

Modusnya Mengasuh, ‎Mbah di Sangkulirang Kutim Rudapaksa Bocah 7 Tahun

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Modusnya Mengasuh, ‎Mbah di Sangkulirang Kutim Rudapaksa Bocah 7 Tahun

Modusnya Mengasuh, ‎Mbah di Sangkulirang Kutim Rudapaksa Bocah 7 Tahun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved