Pranala.co, SAMARINDA — Big Mall Samarinda terbakar, Rabu dini hari (3/6). Api muncul dari lantai 3. Bukan dari dapur. Tapi dari sebuah tenant premium.
Api membesar cepat. Tapi sprinkler—yang seharusnya jadi penyelamat pertama—tidak menyala. Iya, mati total.
Yang bertindak justru para sekuriti. Pakai APAR. Pakai hydrant. Manual semua.
Dan mereka bukan pemadam kebakaran. Tapi mereka yang pertama menyemprotkan air. Menahan api sampai tim Damkar datang. Tiga jam api baru bisa dijinakkan.
Tujuh orang dievakuasi. Semua selamat. Tapi harus dilarikan ke rumah sakit. Bukan karena luka bakar. Tapi karena sesak napas akibat asap.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Samarinda, Hendra AH, langsung angkat suara.
Dia bilang, sistem pemadam otomatis tidak bekerja. Padahal sprinkler semestinya langsung aktif saat asap terdeteksi.
“Sudah kami tegur sebelumnya. Saat inspeksi. Tapi tidak diperbaiki,” ucapnya kepada wartawan.
Padahal Bigmall bukan bangunan kecil. Ia adalah pusat perbelanjaan terbesar di Samarinda. Di Kota Tepian ini, Bigmall seperti jantung ekonomi gaya hidup.
Maka ketika sprinklernya tak menyala, muncul pertanyaan besar: seberapa siap gedung ini menghadapi kebakaran?
Video amatir yang beredar menunjukkan detik-detik awal api muncul. Sekuriti berlarian. Beberapa staf mal juga tampak mencoba memadamkan api.
Sayangnya, alat utama tak bekerja. Hanya alat ringan yang diandalkan. Beruntung api tidak menyebar lebih luas.
Dinas Damkar menyatakan akan melakukan evaluasi ulang terhadap kelayakan sistem proteksi gedung-gedung tinggi di Samarinda. [RE]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















Comments 1