• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Juli 23, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Sudah Deklarasi Bebas ODF, Kenapa Pesisir Bontang Masih BAB di Laut?

Suriadi Said by Suriadi Said
11 Juni 2026 | 16:18
Reading Time: 2 mins read
0
Sudah Deklarasi Bebas ODF, Kenapa Pesisir Bontang Masih BAB di Laut?

Lurah Tanjung Laut Indah, Elis Biantoro saat mengunjungi warga pesisir di wilayahnya.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

SEBUAH ironi kesehatan lingkungan terjadi di Kelurahan Tanjung Laut Indah, Bontang. Kawasan ini sejatinya telah menyandang status mentereng sebagai wilayah bebas buang air besar sembarangan alias Open Defecation Free (ODF).

Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Masih ada 22 kepala keluarga di wilayah pesisir tersebut yang terpaksa melakukan buang air besar sembarangan di Bontang karena tidak memiliki fasilitas sanitasi layak.

PILIHAN REDAKSI

Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

13 Juli 2026 | 22:04
Kisah "Tengok Tetangga" di Bontang Kuala, Urunan Gaji demi Lansia Sakit

Kisah “Tengok Tetangga” di Bontang Kuala, Urunan Gaji demi Lansia Sakit

10 Juli 2026 | 20:16

Lurah Tanjung Laut Indah, Elis Biantoro, mengakui persoalan ini menjadi pekerjaan rumah berat yang mendesak untuk diselesaikan. Bagi Elis, urusan kakus bukan sekadar fasilitas pelengkap, melainkan hak dasar hidup sehat warga yang harus terpenuhi.

“Ini kebutuhan dasar. Kami terus mengingatkan para ketua RT agar memastikan setiap rumah baru wajib memiliki jamban dan septic tank sendiri,” kata Elis saat ditemui baru-baru ini.

Data dari puskesmas setempat merinci sebaran rumah tanpa fasilitas sanitasi tersebut. Sebanyak 20 unit rumah berada di wilayah RT 16, sementara dua rumah lainnya terletak di RT 7.

Hampir seluruh bangunan ini berdiri kokoh di atas air laut. Kondisi geografis pesisir yang mengalami pasang surut ekstrem membuat penanganan sanitasi di sana tidak bisa disamakan dengan wilayah daratan.

Pemkot Bontang sebenarnya tidak tinggal diam dalam melihat fenomena ini. Tahun lalu, program pengadaan jamban sempat bergulir, namun hasilnya justru jauh dari harapan warga setempat.

Bantuan tersebut berujung sia-sia karena spesifikasi jamban yang dikirim tidak cocok untuk karakteristik wilayah pesisir. Akibatnya, fasilitas itu mangkrak dan tidak bisa digunakan secara optimal oleh masyarakat sekitar.

“Wilayah pesisir itu berbeda, tidak bisa pakai desain jamban biasa. Harus ada penyesuaian khusus karena faktor pergerakan tanah dan air laut,” jelas Elis menekankan pentingnya evaluasi program.

Pihak kelurahan kini tengah menyusun strategi baru untuk mengatasi celah dalam deklarasi ODF mereka. Elis menegaskan, pihaknya akan kembali mengusulkan pengadaan jamban pasang surut dengan spesifikasi yang lebih akurat pada tahun ini.

Edukasi personal kepada masyarakat pesisir juga terus berjalan secara paralel. Langkah ini penting guna memutus rantai penularan penyakit berbasis lingkungan yang mengintai anak-anak di sana.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga yang buang air besar sembarangan. Dampaknya langsung ke kesehatan anak-cucu kita, seperti ancaman diare kronis,” imbuhnya.

Kendati demikian, realisasi jamban khusus pesisir ini masih membentur tembok klasik, yaitu ketersediaan anggaran daerah. Kelurahan Tanjung Laut Indah kini berkejaran dengan waktu untuk mencari celah pendanaan, baik lewat APBD maupun program kemitraan. [FR]

 

Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: Bessai BerintaPesisir Bontang
Previous Post

Bukan Cuma Makanan, Rumah Tak Layak jadi Pemicu Stunting di Kaltim

Next Post

Dua Sekawan Pembawa Sabu di Balikpapan Diciduk di Lampu Merah

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Dua Sekawan Pembawa Sabu di Balikpapan Diciduk di Lampu Merah

Dua Sekawan Pembawa Sabu di Balikpapan Diciduk di Lampu Merah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

26 Juni 2026 | 21:44
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved