• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Tiga Mata Air Hilang di Kaliorang, Ribuan Warga Kutim Terancam Krisis Air Bersih

Suriadi Said by Suriadi Said
10 Juni 2026 | 22:50
Reading Time: 3 mins read
0
Tiga Mata Air Hilang di Kaliorang, Ribuan Warga Kutim Terancam Krisis Air Bersih

Perumdam Tirta Tuah Benua dan kecamatan Kaliorang meninjau lokasi mata air, Selasa (9/6/2026).

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

ADA kabar yang membuat cemas dari hulu Kaliorang, Kutai Timur (Kutim). Tiga dari empat mata air yang selama ini menjadi sumber utama pasokan air bersih bagi ribuan warga kini tak lagi mengalir.

Temuan itu terungkap dalam peninjauan lapangan terpadu yang dilakukan pemerintah kecamatan bersama Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB) Kutai Timur, Selasa (9/6/2026). Kondisi tersebut menjadi sinyal serius bahwa kawasan hutan penyangga sumber air di Kaliorang sedang menghadapi tekanan yang tidak ringan.

PILIHAN REDAKSI

Pipa Tua jadi Biang Gangguan Air Bersih di Balikpapan Air PDAM Samarinda Mati hingga 24 Jam, Ini Daftar Wilayah Terdampak Balikpapan Targetkan Atasi Krisis Air Bersih dan Banjir Kurun 4 Tahun Atasi Krisis Air di Balikpapan, Pemkot Pertimbangkan Desalinasi dan Pemanfaatan Sungai Mahakam Penajam Paser Utara Ditetapkan Status Tanggap Darurat Krisis Air Selama Kemarau, Distribusi Air Bersih di Samarinda Dipastikan Aman

Pipa Tua jadi Biang Gangguan Air Bersih di Balikpapan

13 Juli 2026 | 18:11
Misteri Air Bersih Hilang di Kampung Buton Balikpapan Terungkap, Ada Pipa Bocor

Misteri Air Bersih Hilang di Kampung Buton Balikpapan Terungkap, Ada Pipa Bocor

23 Juni 2026 | 19:39

Tim yang dipimpin Pelaksana Tugas Camat Kaliorang, Pitriani, bersama Kepala Perumdam TTB Cabang Kaliorang-Sangkulirang, Takimbudi Asmuri, menyusuri kawasan resapan air di wilayah PT Api-api.

Di lapangan, mereka menemukan fakta yang mengkhawatirkan. Selain debit air yang terus menurun, sejumlah area hutan di sekitar daerah tangkapan air diketahui telah dibuka dan mengalami perambahan.

“Ketika survei dilakukan, kami menemukan beberapa titik kawasan hutan yang telah dibuka atau dirambah. Dampaknya sangat terasa. Sumber mata air kita menyusut dari empat titik menjadi hanya satu titik yang masih aktif,” ujar Pitriani.

Dampak dari menyusutnya sumber air itu langsung dirasakan Perumdam TTB.

Saat ini, perusahaan daerah tersebut melayani sekira 3.827 pelanggan yang tersebar di Kecamatan Kaliorang dan Sangkulirang. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, dibutuhkan pasokan air baku sekitar 40 hingga 50 liter per detik.

Namun kondisi di lapangan jauh dari ideal. Pasokan yang tersedia kini hanya berkisar antara 12 hingga 15 liter per detik. Artinya, kapasitas air yang tersedia bahkan tidak mencapai setengah dari kebutuhan normal.

Situasi ini membuat layanan air bersih bagi masyarakat berada dalam posisi rentan. Seluruh pasokan yang mengalir ke rumah-rumah warga kini bertumpu pada satu sumber mata air yang tersisa.

Bagi Kecamatan Kaliorang, persoalan ini bukan sekadar debit air yang menurun. Ada hubungan yang tak terpisahkan antara keberadaan hutan dan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Selama puluhan tahun, kawasan hutan di daerah tangkapan air berfungsi sebagai penyimpan sekaligus penyuplai air alami. Ketika tutupan hutan berkurang, kemampuan tanah menahan dan menyimpan air ikut melemah.

Akibatnya mulai terlihat hari ini. Satu per satu mata air menghilang.

Karena itu, pihak kecamatan berencana mendorong program reboisasi atau penghijauan kembali di kawasan yang mengalami kerusakan.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengembalikan fungsi ekologis hutan sebagai daerah resapan air. Namun proses pemulihan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.

Di tengah kondisi mendesak, Kecamatan Kaliorang mulai mempertimbangkan sumber air baku alternatif dari kawasan Gunung Sekerat.

Meski demikian, Pitriani mengingatkan bahwa mencari sumber baru bukanlah solusi permanen apabila kerusakan lingkungan terus terjadi.

“Jangan sampai saat kita beralih ke Gunung Sekerat, dampaknya akan sama seperti yang terjadi hari ini karena kita tidak menjaga kelestarian hutan. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi?” katanya.

Menurutnya, persoalan air bersih yang dihadapi saat ini harus menjadi peringatan bersama bahwa keberlangsungan hidup masyarakat sangat bergantung pada kondisi lingkungan di wilayah hulu.

Di sisi lain, Perumdam TTB juga mulai menyiapkan sejumlah opsi untuk menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih.

Kepala Perumdam Cabang Kaliorang-Sangkulirang, Takimbudi Asmuri, mengatakan pihaknya tengah mengkaji berbagai alternatif, termasuk kemungkinan pemanfaatan infrastruktur yang berkaitan dengan operasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy yang ditargetkan mulai berjalan pada akhir Juli 2026.

Kajian tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi kebutuhan air bersih yang terus meningkat, sementara kapasitas sumber air baku justru semakin menyusut.

Menjelang akhir peninjauan, Pitriani menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan hutan, hingga masyarakat dapat bergerak bersama menjaga daerah resapan air yang tersisa.

Menurutnya, perlindungan kawasan hutan saat ini bukan hanya soal menjaga alam. Yang dipertaruhkan jauh lebih besar.

Bukan sekadar aliran air yang mengisi bak penampungan setiap hari, melainkan keberlanjutan hidup ribuan warga di Kaliorang dan Sangkulirang. [DIAS]

 

Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: Air BersihPDAM Kutai Timur
Previous Post

Data Lengkap Dibuka, Ketua RT di Tanjung Laut Indah Bontang Bisa Langsung Tangani Stunting

Next Post

Jadwal Kapal Pelni dari Bontang Juni 2026, Cek Tanggal dan Rute Lengkapnya

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Jadwal Kapal Pelni dari Bontang Juni 2026, Cek Tanggal dan Rute Lengkapnya Rute Kapal Bontang–Mamuju Segera Dibuka: Tanpa Subsidi, Siap Tarik Investor Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Lok Tuan, Bontang Diprediksi 25 dan 28 Maret Pelni Rilis Jadwal Kapal di Pelabuhan Bontang selama Februari 2025, Berikut Rinciannya Jadwal KM Cattleya Express Desember 2024: Rute Bontang ke Pare-pare Siap Melayani Anda Jadwal Terbaru KM Binaiya dan KM Egon dari Pelabuhan Bontang untuk September-Oktober 2024 Penawaran Terbaru Perjalanan Laut Kapal Pelni dari Parepare untuk Juni dan Juli 2024 Calon Penumpang Kapal Pelabuhan Lok Tuan Wajib Vaksin Booster

Jadwal Kapal Pelni dari Bontang Juni 2026, Cek Tanggal dan Rute Lengkapnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved