Sangatta, PRANALA.CO — Lalu lalang truk-truk raksasa pengangkut batu bara melintasi jalan nasional di kawasan Sepaso Selatan, Bengalon, Kutai Timur (Kutim) menjadi perhatian serius Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim). Kekhawatiran masyarakat akan keselamatan di jalan umum yang juga dilalui kendaraan berat milik PT Kaltim Prima Coal (KPC), akhirnya mendorong para wakil rakyat turun langsung ke lokasi, Kamis (17/4/2025).
Dipimpin langsung Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, rombongan menyusuri jalur pengangkutan batu bara yang dinilai rawan dan mengancam kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan.
“Kami melihat langsung bagaimana aktivitas hauling ini berlangsung. Harapan kami, ke depan harus ada solusi agar jalan umum tidak terganggu dan keselamatan masyarakat terjamin,” ujar Reza, seraya menunjuk lalu lalang kendaraan berat yang melintasi kawasan padat aktivitas warga.
Menurutnya, kondisi saat ini cukup mengkhawatirkan. Jalan nasional yang sejatinya digunakan untuk aktivitas masyarakat sehari-hari, kini juga harus berbagi dengan kendaraan bertonase besar—sebuah potensi bahaya yang nyata.
Sejalan dengan itu, anggota Komisi III lainnya, Arfan, menegaskan pentingnya inovasi dan tanggung jawab dari pihak perusahaan. Salah satu saran konkret yang diajukan adalah pembangunan jembatan penyeberangan khusus bagi kendaraan tambang.
“Kami akan menyarankan PT KPC untuk membangun jembatan penyeberangan agar kendaraan hauling tidak lagi melintas langsung di jalan nasional. Ini penting demi menjaga infrastruktur publik dan memberikan rasa aman bagi warga,” ujarnya.
Peninjauan ini menjadi langkah awal Komisi III DPRD Kaltim dalam menjawab keresahan masyarakat, serta sebagai bagian dari pengawasan fungsi DPRD terhadap aktivitas industri yang bersinggungan langsung dengan kepentingan publik.
Ke depan, Komisi III DPRD Kaltim akan menggelar dialog lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, Kementerian PUPR, dan manajemen PT KPC, demi mencari jalan tengah yang berpihak pada keselamatan rakyat tanpa menghambat roda perekonomian daerah. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















Comments 3