• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Senin, Juli 20, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

105 Suspek Campak Ditemukan di Kutim, Diskes Waspadai Potensi KLB

Suriadi Said by Suriadi Said
11 Maret 2026 | 20:48
Reading Time: 2 mins read
0
105 Suspek Campak Ditemukan di Kutim, Diskes Waspadai Potensi KLB

Kepala Diskes Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, SANGATTA – Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Diskes Kutim) mencatat sebanyak 105 kasus suspek campak sejak awal tahun 2026. Seluruh kasus tersebut masih berstatus dugaan awal dan saat ini menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Kalimantan Timur di Samarinda.

Kepala Diskes Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan angka tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pasalnya, apabila hasil pemeriksaan laboratorium menemukan satu saja kasus positif, maka kondisi itu berpotensi ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

PILIHAN REDAKSI

Gejala Awalnya Mirip Flu, Diskes Kutim Ingatkan Hantavirus Bisa Berujung Fatal

Gejala Awalnya Mirip Flu, Diskes Kutim Ingatkan Hantavirus Bisa Berujung Fatal

16 Mei 2026 | 19:54
Pemprov Kaltim Alihkan 24 Ribu Peserta BPJS, Kutim Butuh Rp6,5 Miliar JKN Kutim 2026 Tetap Rp44 Miliar, Verifikasi Penerima Diperketat Dampak Aktivitas Truk Semen di Sekerat, Diskes Kutim Telusuri Data ISPA dan Stunting

Pemprov Kaltim Alihkan 24 Ribu Peserta BPJS, Kutim Butuh Rp6,5 Miliar

13 April 2026 | 19:45

“Dari minggu pertama Januari sampai minggu pertama Maret jumlah kasus suspek campak sudah mencapai 105 kasus. Statusnya masih suspek karena kita masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Samarinda,” ujar dr. Yuwana.

Menurutnya, temuan suspek campak hampir ditemukan di seluruh kecamatan di Kutai Timur. Namun jumlah kasus terbanyak tercatat di Kecamatan Sangatta Utara, Teluk Pandan, dan Sangatta Selatan.

Dinkes Kutai Timur terus melakukan pemantauan perkembangan kasus sembari menunggu kepastian hasil uji laboratorium untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

dr. Yuwana menjelaskan, campak merupakan penyakit infeksi yang disebabkan virus morbilli. Penyakit ini tergolong sangat mudah menular melalui percikan ludah atau droplet yang keluar saat penderita batuk atau bersin.

“Penularannya sangat cepat, bisa melalui percikan ludah, air liur, maupun cairan dari penderita. Gejalanya biasanya demam, muncul ruam kemerahan di kulit, disertai batuk, pilek, dan mata merah,” jelasnya.

Ia menegaskan penyakit campak tidak boleh dianggap ringan karena dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, terutama pada bayi dan anak-anak.

“Jika tidak ditangani dengan baik, campak bisa menyebabkan komplikasi seperti infeksi telinga, pneumonia, hingga radang selaput otak. Bahkan dalam kasus tertentu dapat menyebabkan kematian,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kutai Timur meningkatkan kewaspadaan dini di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas, klinik hingga rumah sakit.

Setiap kasus demam yang disertai ruam kulit diminta segera dilaporkan melalui sistem surveilans kesehatan agar dapat ditangani dengan cepat.

Selain itu, pasien yang diduga terinfeksi campak dianjurkan menjalani isolasi sementara untuk mencegah penularan kepada orang lain, terutama anak-anak dan ibu hamil.

“Kalau ada anak yang mengalami gejala campak sebaiknya tidak dulu beraktivitas di luar rumah atau pergi ke sekolah agar tidak menularkan kepada teman-temannya,” katanya.

Diskes Kutai Timur juga mengimbau masyarakat untuk memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi campak atau Measles Rubella (MR) secara lengkap sesuai jadwal.

dr. Yuwana menyebut cakupan imunisasi campak di Kutai Timur sebenarnya sudah cukup tinggi, yakni sekitar 88 persen. Namun untuk dosis kedua masih berada di angka 65 persen.

“Artinya masih banyak anak yang tidak kembali untuk mendapatkan vaksin kedua, padahal itu penting untuk memperkuat kekebalan tubuh,” pungkasnya. (HAF)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: CampakDiskes Kutim
Previous Post

Harga Batu Bara Turun, DPRD Berau Waspadai Potensi PHK Massal

Next Post

Pelni Tambah Dua Kapal untuk Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Lebaran dari Balikpapan

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Pelni Tambah Dua Kapal untuk Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Lebaran dari Balikpapan

Pelni Tambah Dua Kapal untuk Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Lebaran dari Balikpapan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved