• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Minggu, Juli 19, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Bontang Harus Lepas dari Jerat Ketergantungan DBH

Suriadi Said by Suriadi Said
7 Mei 2025 | 23:03
Reading Time: 2 mins read
0
Bontang Harus Lepas dari Jerat Ketergantungan DBH

Winardi. Anggota DPRD Kota Bontang.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Bontang, PRANALA.CO — Ada yang mengganjal di benak Winardi. Anggota DPRD Kota Bontang itu tak ingin kota industri yang kaya potensi ini terus-terusan menggantungkan hidupnya pada uluran dana dari pusat.

“Kalau pusat batuk, kita bisa demam,” katanya, setengah berkelakar namun dengan nada serius, Rabu (7/5/2025).

PILIHAN REDAKSI

Wahai Pusat! Kapan Duit Rp402 Miliar Cair untuk Bontang?

Wahai Pusat! Kapan Duit Rp402 Miliar Cair untuk Bontang?

15 Juli 2026 | 17:26
Defisit Anggaran, Revitalisasi RS Tipe D dan GOR Bontang Dibatalkan RSUD Bontang Overkapasitas, Rencana Pembangunan Gedung C Mulai Digodok

Defisit Anggaran, Revitalisasi RS Tipe D dan GOR Bontang Dibatalkan

15 Juli 2026 | 07:13

Yang dimaksud Winardi adalah struktur keuangan Kota Bontang yang masih berat sebelah. Hingga kini, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bontang masih didominasi Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat. Sebuah kondisi yang, menurutnya, tak bisa dibiarkan berlarut-larut.

“Idealnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa menopang 40 sampai 50 persen APBD. Itu baru namanya mandiri fiskal,” jelasnya.

Faktanya, kontribusi PAD Bontang masih jauh di bawah angka itu. Akibatnya, setiap ada fluktuasi DBH—yang bergantung pada pendapatan negara dari sektor tertentu seperti migas—keuangan daerah ikut terguncang. Perencanaan pembangunan pun jadi sulit ditebak arahnya.

Winardi paham, tak mudah memutus ketergantungan ini. Namun, ia mendorong Pemerintah Kota Bontang untuk mulai memperbesar sumber-sumber PAD dari sektor potensial seperti pariwisata, jasa, dan retribusi daerah.

“Kita memang coba kembangkan pariwisata, tapi jangan lupa, Bontang itu kota industri. Pekerjaan rumah kita sekarang bagaimana datangkan lebih banyak investor industri,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Menurutnya, iklim investasi yang kondusif bisa menjadi kunci. Caranya? Sederhanakan perizinan, berikan insentif bagi investor, dan benahi infrastruktur penunjang.

Selain itu, ia juga menyinggung pentingnya pengelolaan aset daerah yang produktif sebagai salah satu sumber PAD non-pajak yang kerap terabaikan.

“Kita punya keunggulan geografis dan SDM yang mumpuni. Kalau ini diolah serius, kita bisa menarik investor besar dan memperkuat fiskal daerah,” tambahnya.

Winardi menegaskan, ini bukan pekerjaan jangka pendek. Butuh strategi matang, konsistensi, dan keberanian untuk memulai.

“Kalau tidak kita mulai sekarang, Bontang akan terus dalam posisi rentan. Kita tidak boleh nyaman bergantung terus,” pungkasnya. (*)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: APBD BontangDPRD Bontang
Previous Post

Jalan Panjang Ratusan TK2D Menuju ASN, Pemkab Kutim Gelar Seleksi PPPK Tahap II

Next Post

Wanita di Mahulu Kaltim Masuk Bui, Simpan Sabu dalam Dompet Gucci

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Wanita di Mahulu Kaltim Masuk Bui, Simpan Sabu dalam Dompet Gucci

Wanita di Mahulu Kaltim Masuk Bui, Simpan Sabu dalam Dompet Gucci

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved