• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Senin, Juli 20, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Niaga

Bontang Waspadai Inflasi, Jalur Pasokan Baru Disiapkan

Suriadi Said by Suriadi Said
12 Juni 2026 | 22:32
Reading Time: 2 mins read
0
Bontang Waspadai Inflasi, Jalur Pasokan Baru Disiapkan

Rakor HLM TPID Semester I 2026 di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jumat (12/6/2026). Foto: Sadam/Prokompim

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

HARGA kebutuhan pokok selalu menjadi isu yang paling cepat dirasakan masyarakat. Ketika harga beras, cabai, atau bahan pangan lainnya naik, dampaknya langsung menyentuh dapur rumah tangga dan daya beli warga.

Kekhawatiran itu menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kota Bontang. Di tengah ketergantungan daerah terhadap pasokan dari luar wilayah, pemerintah mulai menyiapkan sejumlah langkah untuk memastikan harga tetap terkendali dan distribusi barang berjalan lancar.

PILIHAN REDAKSI

Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

13 Juli 2026 | 15:40
Gerai Baru Indomaret di Bontang Barat Diprotes, Warung Kecil Mulai Ketar-Ketir

Gerai Baru Indomaret di Bontang Barat Diprotes, Warung Kecil Mulai Ketar-Ketir

9 Juli 2026 | 21:29

Komitmen tersebut mengemuka saat Rapat Koordinasi High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Semester I Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jumat (12/6/2026).

Rapat dipimpin langsung Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris, didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Akhmad Suharto serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Sejumlah instansi strategis turut hadir, mulai dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP), Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3), hingga Bagian Perekonomian Setda Kota Bontang.

Dalam arahannya, Agus Haris menegaskan bahwa inflasi bukan sekadar persoalan angka statistik. Dampaknya langsung terasa pada kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekaligus memengaruhi iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, posisi Bontang sebagai kota industri menghadirkan tantangan tersendiri. Sebagian besar kebutuhan pokok masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

“Pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, Bank Indonesia, BPS, dunia usaha, dan masyarakat untuk menjaga ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta stabilitas harga demi melindungi daya beli masyarakat,” ujar Agus Haris.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk mencari alternatif jalur perdagangan dan distribusi barang. Langkah ini dilakukan agar pasokan tidak hanya bergantung pada satu daerah pemasok, sekaligus mengurangi risiko gangguan distribusi yang dapat memicu lonjakan harga.

Dalam forum tersebut, TPID Bontang kembali menegaskan pendekatan 4K sebagai fondasi pengendalian inflasi daerah.

Empat aspek yang menjadi fokus meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif kepada masyarakat.

Melalui pendekatan itu, berbagai program intervensi pasar terus diperkuat. Pemkot Bontang menyiapkan Gerakan Pangan Murah, Warung Tekan Inflasi, operasi pasar, hingga kerja sama antardaerah guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Selain menjaga pasokan, pemerintah juga memperketat pengawasan rantai distribusi barang.

Satgas Pangan akan dilibatkan lebih aktif untuk memantau pergerakan distribusi serta mengantisipasi potensi gangguan yang dapat memicu gejolak harga di pasar.

Edukasi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dalam strategi tersebut. Pemkot Bontang akan terus mendorong pola belanja yang bijak, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional yang biasanya diikuti peningkatan permintaan sejumlah komoditas. [RIL]

 

Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: BontangInflasi
Previous Post

324 Spesies Fauna Bertahan di TNK, Macan Dahan Muncul Lagi

Next Post

CSR PT KDM Bontang: Dari Beasiswa hingga Sinyal Perang Lawan Narkoba

BACA JUGA

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

16 Juli 2026 | 17:49
Tambang Tak Lagi jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Rupiah Tembus Rp17.688, Industri Batu Bara Kaltim Mulai Tercekik Meski Batu Bara Tertekan, Ekonomi Kaltim Diproyeksi Menguat di 2026 Nilai Ekspor Kaltim Tembus Rp273 Triliun, Didominasi Komoditas Non Migas

Tambang Tak Lagi jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kaltim

16 Juli 2026 | 14:49
Mulai 14 Juli, Harga Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg di Kaltim Turun

Mulai 14 Juli, Harga Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg di Kaltim Turun

15 Juli 2026 | 23:34
Retribusi Parkir Bontang Bocor Parah? Target Rp300 Juta Baru Capai Rp27 Juta

Retribusi Parkir Bontang Bocor Parah? Target Rp300 Juta Baru Capai Rp27 Juta

15 Juli 2026 | 21:26
Dilema BBM Subsidi Kaltim: Warga Lokal Mengantre, Pelat Luar Tak Bisa Diblokir Jangan Panic Buying! Stok BBM di Balikpapan Diklaim Aman

Dilema BBM Subsidi Kaltim: Warga Lokal Mengantre, Pelat Luar Tak Bisa Diblokir

13 Juli 2026 | 08:46
Next Post
CSR PT KDM Bontang: Dari Beasiswa hingga Sinyal Perang Lawan Narkoba

CSR PT KDM Bontang: Dari Beasiswa hingga Sinyal Perang Lawan Narkoba

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved