• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Juli 22, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Niaga

Ekonomi Kutim Lepas dari Jurang Tambang, Pertumbuhan Non-Migas Melesat 11 Persen

Suriadi Said by Suriadi Said
27 Maret 2026 | 21:28
Reading Time: 2 mins read
0
Ekonomi Kutim Lepas dari Jurang Tambang, Pertumbuhan Non-Migas Melesat 11 Persen

Ilustrasi by AI

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

SANGATTA, Pranala.co – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sedang menulis babak baru dalam sejarah perekonomiannya. Setelah bertahun-tahun bergantung pada sektor hitam, daerah ini kini menunjukkan tanda-tanda transformasi fundamental. Kontribusi pertambangan terus merosot, sementara sektor pertanian dan industri mulai mengisi kekosongan.

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kutim mencatat pergeseran struktural yang signifikan. Sektor pertambangan—yang dulu mendominasi hingga 79,67 persen pada 2023—kini hanya menyumbang 70,17 persen pada 2025. Penurunan hampir 10 persen dalam dua tahun ini menjadi bukti nyata bahwa ekonomi Kutim tak lagi sekadar “negeri di bawah kaki tambang”.

PILIHAN REDAKSI

Dua Kebijakan Pusat Ini Bikin Ekonomi Kutim Babak Belur, Akademisi Kaltim Ingatkan Ancamannya

Dua Kebijakan Pusat Ini Bikin Ekonomi Kutim Babak Belur, Akademisi Kaltim Ingatkan Ancamannya

5 Juli 2026 | 20:10
Lepas dari Batu Bara, Begini Siasat Baru Ekonomi Kutim BPS: Ekonomi Kaltim Kuartal I/2024 Sentuh 7,26 Persen Ekonomi Kalimantan Timur Tumbuh 6,84 Persen Kurun Kuartal II-2023 Proyeksi Ekonomi Kaltim 2023 Lebih Tinggi, Berikut Penyebabnya Masyarakat Optimistis Ekonomi Kaltim Kian Membaik Ekonomi Kaltim Tumbuh Nyaris 7 Persen Kuartal I/2023 Kas Negara di Kaltim Surplus Rp4,98 Triliun Kurun Semester I/2022

Lepas dari Batu Bara, Begini Siasat Baru Ekonomi Kutim

18 Juni 2026 | 21:28

Sementara sektor pertambangan mengalami kontraksi, sejumlah sektor non-tambang justru menunjukkan performa gemilang. Sektor pertanian, misalnya, melonjak dari 7,66 persen pada 2023 menjadi 10,96 persen pada 2025. Angka itu menandakan kebangkitan sektor primer yang sempat terpinggirkan.

Tak kalah mengejutkan, sektor industri juga tumbuh pesat dari 3,22 persen menjadi 5,81 persen dalam periode yang sama. Peningkatan hampir dua kali lipat ini mencerminkan diversifikasi ekonomi yang mulai berbuah.

Statistisi Ahli Pertama BPS Kutim, Ayufi Reyza, menyebut fenomena ini sebagai indikasi shifting atau pergeseran struktur ekonomi daerah yang fundamental.

“Artinya sektor non-tambang mulai menunjukkan peran yang lebih besar dalam menopang perekonomian Kutim,” ujar Ayufi di Sangatta, Jumat (27/3/2026).

Ayufi menjelaskan keunggulan strategis sektor non-pertambangan dibandingkan sektor tambang. Pertanian dan industri memiliki karakteristik yang lebih responsif terhadap intervensi kebijakan pemerintah daerah.

Berbeda dengan sektor pertambangan yang cenderung bergantung pada faktor eksternal—seperti fluktuasi harga komoditas global dan permintaan pasar internasional—sektor non-tambang bisa didorong melalui program-program konkret.

“Ketika sektor tambang mengalami penurunan, ekonomi Kutim tidak ikut terkontraksi. Ini menunjukkan sektor lain mulai mampu menopang,” jelasnya.

Meski penurunan kontribusi pertambangan berdampak pada perlambatan ekonomi secara keseluruhan—dengan laju pertumbuhan hanya 1,03 persen pada 2025—angka tersebut sebenarnya menutupi realitas yang lebih optimistis.

BPS mencatat pertumbuhan ekonomi non-pertambangan mencapai sekitar 11 persen. Angka dua digit itu jauh melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional dan menunjukkan potensi besar sektor alternatif.

Ayufi menilai kondisi ini menjadi sinyal positif bagi masa depan perekonomian Kutim. Ketergantungan terhadap sektor tambang yang notabene sumber daya alam tak terbarui mulai berkurang, sementara sektor produktif lainnya semakin kuat. (HAF)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: Ekonomi KutimPertambangan
Previous Post

Main Malam Ini, Berikut Prediksi Laga Indonesia vs Saint Kitts & Nevis

Next Post

Waspada! 200 Warga Balikpapan Terjangkit Suspek Campak

BACA JUGA

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

16 Juli 2026 | 17:49
Tambang Tak Lagi jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Rupiah Tembus Rp17.688, Industri Batu Bara Kaltim Mulai Tercekik Meski Batu Bara Tertekan, Ekonomi Kaltim Diproyeksi Menguat di 2026 Nilai Ekspor Kaltim Tembus Rp273 Triliun, Didominasi Komoditas Non Migas

Tambang Tak Lagi jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kaltim

16 Juli 2026 | 14:49
Mulai 14 Juli, Harga Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg di Kaltim Turun

Mulai 14 Juli, Harga Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg di Kaltim Turun

15 Juli 2026 | 23:34
Retribusi Parkir Bontang Bocor Parah? Target Rp300 Juta Baru Capai Rp27 Juta

Retribusi Parkir Bontang Bocor Parah? Target Rp300 Juta Baru Capai Rp27 Juta

15 Juli 2026 | 21:26
Dilema BBM Subsidi Kaltim: Warga Lokal Mengantre, Pelat Luar Tak Bisa Diblokir Jangan Panic Buying! Stok BBM di Balikpapan Diklaim Aman

Dilema BBM Subsidi Kaltim: Warga Lokal Mengantre, Pelat Luar Tak Bisa Diblokir

13 Juli 2026 | 08:46
Next Post
Diskes Balikpapan Pantau Lonjakan ISPA usai Keluhan Hujan Debu, Warga Diimbau Pakai Masker Waspada! 200 Warga Balikpapan Terjangkit Suspek Campak

Waspada! 200 Warga Balikpapan Terjangkit Suspek Campak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16
Sabu 2,34 Gram Gagal Edar, 2 Pria di Bontang Baru Masuk Bui

Sabu 2,34 Gram Gagal Edar, 2 Pria di Bontang Baru Masuk Bui

15 Juli 2026 | 13:45

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved