• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Niaga

Ekspor Pupuk Urea ke Australia Tembus Rp7 Triliun, Harga Subsidi Turun 20 Persen

Suriadi Said by Suriadi Said
19 Mei 2026 | 22:23
Reading Time: 3 mins read
0
Ekspor Pupuk Urea ke Australia Tembus Rp7 Triliun, Harga Subsidi Turun 20 Persen Ekspor Perdana Urea ke Australia, Pupuk Indonesia Lepas 47 Ribu Ton dari Bontang

Sebanyak 47.250 ton urea diberangkatkan dari Dermaga BSL Pupuk Kaltim, Bontang, Kalimantan Timur, sebagai tahap awal kerja sama strategis Indonesia-Australia di sektor pangan dan pupuk.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

INDONESIA mencatat langkah baru dalam penguatan industri pupuk nasional setelah mengekspor pupuk urea ke Australia dengan nilai kerja sama diproyeksikan mencapai Rp7 triliun. Di saat bersamaan, pemerintah juga menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen serta menambah volume pupuk subsidi untuk petani nasional.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan hal itu saat menghadiri pelepasan ekspor perdana pupuk urea PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui PT Pupuk Kalimantan Timur di Pelabuhan Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (14/5/2026). Ekspor tersebut menjadi bagian dari kerja sama antarpemerintah atau government-to-government (G2G) antara Indonesia dan Australia.

PILIHAN REDAKSI

Pupuk Kaltim Kucurkan Rp4,6 Miliar, 50 Anak Bontang Kini Bebas Biaya Sekolah hingga Wisuda

Pupuk Kaltim Kucurkan Rp4,6 Miliar, 50 Anak Bontang Kini Bebas Biaya Sekolah hingga Wisuda

16 Juli 2026 | 08:46
Sirnas C Pupuk Kaltim Open 2026 Dimulai, Bontang Diserbu Atlet dari 15 Provinsi

Sirnas C Pupuk Kaltim Open 2026 Dimulai, Bontang Diserbu Atlet dari 15 Provinsi

14 Juli 2026 | 19:16

Pada tahap awal, Indonesia melepas ekspor sebanyak 47.250 ton pupuk urea dengan nilai sekitar Rp600 miliar. Volume itu merupakan bagian dari komitmen ekspor sebesar 250.000 ton yang ditargetkan meningkat hingga 500.000 ton.

“Rencana kita akan ekspor 250.000 ton ke Australia dan kemudian ditingkatkan hingga 500.000 ton,” kata Amran.

Di tengah ketidakpastian geopolitik global dan fluktuasi harga pangan dunia, pemerintah menilai penguatan sektor pupuk menjadi salah satu fondasi penting menjaga ketahanan pangan nasional. Menurut Amran, kebijakan Presiden Prabowo Subianto berhasil menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen tanpa tambahan beban APBN.

Selain penurunan harga, pemerintah juga menambah alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 700 ribu ton untuk memperluas akses petani terhadap pupuk. Kebijakan itu disebut berdampak langsung pada jutaan petani di Indonesia.

“Di saat geopolitik dunia memanas, Indonesia alhamdulillah harga pupuknya turun 20 persen. Pupuk subsidi untuk petani Indonesia. Kemudian volume pupuk bertambah,” ujar Amran.

Ia mengatakan daya saing industri pupuk nasional kini semakin kuat dan mulai menarik minat sejumlah negara lain. Selain Australia, kata dia, India meminta pasokan pupuk urea hingga 500.000 ton. Permintaan juga datang dari Filipina, Brasil, Bangladesh, dan beberapa negara lainnya.

“Atas nama pemerintah kami mengucapkan terima kasih kepada Pupuk Indonesia atas kerja kerasnya dan capaiannya,” kata Amran.

Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, menyebut kerja sama tersebut mencerminkan hubungan bilateral yang semakin kuat antara Indonesia dan Australia, khususnya dalam sektor pangan dan pertanian.

Menurut dia, pupuk asal Indonesia akan membantu petani Australia memproduksi komoditas seperti gandum yang kemudian digunakan untuk berbagai kebutuhan pangan di Indonesia.

“Ini contoh nyata kerja sama Indonesia dan Australia yang menghasilkan manfaat bersama,” ujarnya.

Pemerintah menyebut penguatan sektor pupuk nasional tidak hanya dilakukan melalui ekspor, tetapi juga lewat pembenahan tata kelola dari hulu hingga hilir. Pada awal pemerintahan, Presiden Prabowo meningkatkan alokasi pupuk bersubsidi dari sekitar 4,55 juta ton menjadi 9,55 juta ton untuk mendukung percepatan swasembada pangan nasional.

Selain itu, pemerintah melakukan deregulasi 145 aturan lintas kementerian dan lembaga guna mempercepat distribusi pupuk. Jalur distribusi dipangkas menjadi lebih sederhana melalui pola langsung dari Kementerian Pertanian, PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), hingga kelompok tani dan koperasi.

Reformasi subsidi pupuk juga dilakukan dengan menghapus sejumlah komponen biaya yang dinilai tidak efisien, seperti keuntungan bahan baku, bunga bank, dan PPN berganda. Pemerintah memproyeksikan langkah tersebut mampu menghemat hingga Rp14 triliun sekaligus menekan biaya produksi pupuk nasional.

Di sisi industri, pemerintah menjalankan tujuh proyek strategis revitalisasi pabrik pupuk nasional dengan total investasi mencapai Rp72,84 triliun. Program itu melibatkan sejumlah perusahaan pupuk pelat merah, termasuk PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Petrokimia Gresik, dan PT Pupuk Kujang.

Modernisasi pabrik dilakukan untuk mengganti fasilitas lama yang dinilai boros energi menjadi pabrik baru yang lebih efisien. Pemerintah mencatat biaya produksi di fasilitas baru dapat ditekan hingga 26 persen dibandingkan pabrik lama.

Melalui reformasi subsidi dan revitalisasi industri tersebut, pemerintah memproyeksikan penghematan subsidi pupuk hingga Rp112 triliun sampai 2035. Seluruh kebijakan itu, menurut Amran, diarahkan untuk memperkuat swasembada pangan, mengurangi ketergantungan impor, dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Pupuk bukan hanya soal produksi dan distribusi. Pupuk adalah instrumen strategis menuju kedaulatan pangan nasional,” kata Amran. [ADS]

 

Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: Pupuk IndonesiaPupuk Kaltim
Previous Post

Pendapatan Menurun, Driver Ojol Kaltim Minta Rekrutmen Mitra Baru Dibatasi

Next Post

Kontrakan di Tanjung Laut Indah Bontang Digerebek, Penghuninya Simpan Sabu dan Bong

BACA JUGA

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

16 Juli 2026 | 17:49
Tambang Tak Lagi jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Rupiah Tembus Rp17.688, Industri Batu Bara Kaltim Mulai Tercekik Meski Batu Bara Tertekan, Ekonomi Kaltim Diproyeksi Menguat di 2026 Nilai Ekspor Kaltim Tembus Rp273 Triliun, Didominasi Komoditas Non Migas

Tambang Tak Lagi jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kaltim

16 Juli 2026 | 14:49
Mulai 14 Juli, Harga Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg di Kaltim Turun

Mulai 14 Juli, Harga Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg di Kaltim Turun

15 Juli 2026 | 23:34
Retribusi Parkir Bontang Bocor Parah? Target Rp300 Juta Baru Capai Rp27 Juta

Retribusi Parkir Bontang Bocor Parah? Target Rp300 Juta Baru Capai Rp27 Juta

15 Juli 2026 | 21:26
Dilema BBM Subsidi Kaltim: Warga Lokal Mengantre, Pelat Luar Tak Bisa Diblokir Jangan Panic Buying! Stok BBM di Balikpapan Diklaim Aman

Dilema BBM Subsidi Kaltim: Warga Lokal Mengantre, Pelat Luar Tak Bisa Diblokir

13 Juli 2026 | 08:46
Next Post
Kontrakan di Tanjung Laut Indah Bontang Digerebek, Penghuninya Simpan Sabu dan Bong

Kontrakan di Tanjung Laut Indah Bontang Digerebek, Penghuninya Simpan Sabu dan Bong

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved