• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Minggu, Juli 19, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Niaga

Harga Cabai dan Bawang Turun, Kaltim Catat Deflasi Mei 2025

Suriadi Said by Suriadi Said
4 Juni 2025 | 10:29
Reading Time: 2 mins read
0
Harga Cabai dan Bawang Turun, Kaltim Catat Deflasi Mei 2025

Ilustrasi penjual cabai.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, SAMARINDA – Bulan lalu naik. Bulan ini turun. Harga-harga di Kalimantan Timur atau Kaltim mulai mengendur. Bahkan, bukan sekadar melambat. Mei 2025 justru mencatat deflasi.

Angkanya cukup menenangkan: -0,35 persen (mtm). Di saat yang sama, inflasi tahunan masih terjaga di angka 1,03 persen (yoy). Tidak tinggi, tapi cukup untuk jadi alarm: ekonomi masih hidup.

PILIHAN REDAKSI

Siasat Bupati Kutim Redam Inflasi Lewat Halaman Rumah

Siasat Bupati Kutim Redam Inflasi Lewat Halaman Rumah

6 Juli 2026 | 16:55
Efek Harga BBM Naik, Inflasi Balikpapan dan PPU Mulai Terkerek BBM Naik, SPBU dan APMS di Kubar Dijaga Ketat demi Amankan Harga Pokok Soal BBM Oplosan di Samarinda Kaltim, Wali Kota: Jangan Asal Klaim BBM Aman! 70 Persen Konsumen Balikpapan Beralih ke BBM Nonsubsidi, Antrean SPBU Tertangani

Efek Harga BBM Naik, Inflasi Balikpapan dan PPU Mulai Terkerek

5 Juli 2026 | 17:13

Kalau dibandingkan, ini selaras dengan angka nasional yang juga deflasi -0,37 persen. Artinya, ini bukan cuma soal lokal. Tapi efek dominonya terasa hingga pusat.

Penyebabnya klasik: panen raya. Cabai rawit dan bawang merah melimpah. “Suplai dari Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, hingga Jawa Timur mengalir deras ke pasar-pasar Kaltim,” jelas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Budi Widihartanto dalam rilisnya, Rabu (4/6).

Kelompok pangan menjadi penyumbang utama deflasi. Turun 0,56 persen. Harga cabai rawit yang biasanya meledak, kini malah mendingin. Begitu juga si merah bawang.

Yang mengejutkan: BBM juga ikut turun. Kecil memang, cuma 0,01 persen. Tapi tetap punya andil dalam deflasi. Hanya saja, kelompok transportasi bikin angka tak jatuh lebih dalam.

Angkutan udara naik. Libur panjang bikin pesawat penuh, tiket mahal, harga terbang. Ditambah lagi, harga emas ikut naik, menyeret sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Tapi Tim Pengendalian Inflasi Daerah alias TPID tak tinggal diam. Lewat Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), mereka terus mengatur napas. Dari produksi hingga distribusi. Semua digenjot.

Petani dibantu. Dari pupuk, drone semprot, combine harvester, sampai sistem pertanian digital. Semua dikucurkan ke kelompok tani.

Bulog dan TNI pun turun tangan. Serap gabah di masa panen raya. Tujuannya satu: harga jangan jatuh. Tapi stok tetap aman.

Distribusi juga tak luput. Aneka sayuran, cabai, didorong lewat fasilitasi langsung ke poktan dan KWT. Bahkan, kios pengendali inflasi pertama diresmikan di Kutai Kartanegara.

Yang menarik, pengendalian inflasi bukan cuma soal ekonomi. Tapi juga komunikasi. TPID Se-Kaltim rutin rapat. Koordinasi intens.

Bahkan, muncul program unik: Ulama Peduli Inflasi. Mereka ikut mengedukasi masyarakat. Dari mimbar masjid, mereka mengajak belanja bijak. Diversifikasi pangan pun disuarakan.

Karbohidrat tak harus dari nasi. Singkong, jagung, ubi bisa jadi pilihan. Ketahanan pangan dibangun dari kesadaran.

Ke depan, TPID Kaltim menyiapkan strategi jangka panjang. Tetap berpegang pada rumus lama: 4K — Ketersediaan pasokan, Keterjangkauan harga, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif.

Tapi kini ditambah semangat baru: menggandeng sektor swasta. Investasi sektor pangan dan pertanian harus tumbuh. Hanya dengan itu, pertumbuhan ekonomi Kaltim bisa tinggi. Tapi tetap stabil. Dan yang terpenting: inflasi tetap rendah. [DIAS/RIL]

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: InflasiInflasi Kaltim
Previous Post

Rp200 Miliar Disiapkan, 16 Persen Warga Kaltim Belum Nikmati Sanitasi Layak

Next Post

Pariwisata Kaltim Bergairah: Wisman Naik 109 Persen, Hotel Bintang 3 Penuh

BACA JUGA

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

16 Juli 2026 | 17:49
Tambang Tak Lagi jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Rupiah Tembus Rp17.688, Industri Batu Bara Kaltim Mulai Tercekik Meski Batu Bara Tertekan, Ekonomi Kaltim Diproyeksi Menguat di 2026 Nilai Ekspor Kaltim Tembus Rp273 Triliun, Didominasi Komoditas Non Migas

Tambang Tak Lagi jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kaltim

16 Juli 2026 | 14:49
Mulai 14 Juli, Harga Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg di Kaltim Turun

Mulai 14 Juli, Harga Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg di Kaltim Turun

15 Juli 2026 | 23:34
Retribusi Parkir Bontang Bocor Parah? Target Rp300 Juta Baru Capai Rp27 Juta

Retribusi Parkir Bontang Bocor Parah? Target Rp300 Juta Baru Capai Rp27 Juta

15 Juli 2026 | 21:26
Dilema BBM Subsidi Kaltim: Warga Lokal Mengantre, Pelat Luar Tak Bisa Diblokir Jangan Panic Buying! Stok BBM di Balikpapan Diklaim Aman

Dilema BBM Subsidi Kaltim: Warga Lokal Mengantre, Pelat Luar Tak Bisa Diblokir

13 Juli 2026 | 08:46
Next Post
Wisatawan Asing ke Kaltim Naik 20 Persen, Hotel Ikut Bergairah Kunjungan Wisman ke Kaltim Turun selama Oktober, Wisnus Masih Mendominasi Pergerakan Pariwisata Kaltim Bergairah: Wisman Naik 109 Persen, Hotel Bintang 3 Penuh Kunjungan Wisatawan ke Kaltim saat Libur Nataru 2025 Diprediksi Naik 30 Persen FlyJaya Airlines Siap Layani Penerbangan Reguler ke Maratua Berau Mulai Desember 2024

Pariwisata Kaltim Bergairah: Wisman Naik 109 Persen, Hotel Bintang 3 Penuh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved