• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Jumat, Juli 24, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Niaga

Rupiah Tembus Rp17.688, Industri Batu Bara Kaltim Mulai Tercekik

Suriadi Said by Suriadi Said
22 Mei 2026 | 00:19
Reading Time: 2 mins read
0
Tambang Tak Lagi jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Rupiah Tembus Rp17.688, Industri Batu Bara Kaltim Mulai Tercekik Meski Batu Bara Tertekan, Ekonomi Kaltim Diproyeksi Menguat di 2026 Nilai Ekspor Kaltim Tembus Rp273 Triliun, Didominasi Komoditas Non Migas

Ilustrasi aktivitas pengangkutan batu bara.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

PELEMAHAN rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali memunculkan alarm di sektor pertambangan batu bara Kalimantan Timur (Kaltim).

Pada perdagangan Kamis (21/5/2026), nilai tukar rupiah menembus Rp17.688 per dolar AS. Angka ini menjadi tekanan baru bagi perusahaan tambang yang selama ini sangat bergantung pada bahan bakar impor dan operasional berbasis dolar.

PILIHAN REDAKSI

Batu Bara Sitaan di Kaltim Resmi Dilelang, Nilainya Tembus Rp20,9 Miliar

Batu Bara Sitaan di Kaltim Resmi Dilelang, Nilainya Tembus Rp20,9 Miliar

9 Juli 2026 | 08:22
RKAB Dipangkas, Kutim Khawatir Kehilangan Rp2,34 Triliun dan 10 Ribu Pekerja Berisiko PHK

RKAB Dipangkas, Kutim Khawatir Kehilangan Rp2,34 Triliun dan 10 Ribu Pekerja Berisiko PHK

25 Juni 2026 | 10:03

Dampaknya mulai terasa di lapangan. Biaya produksi melonjak. Solar makin mahal. Margin usaha mulai tergerus.

Wakil Ketua Umum KADIN Kaltim, Adnan Faridhan, mengatakan industri tambang saat ini menghadapi situasi yang tidak ringan. Kenaikan dolar langsung memukul biaya bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar yang menjadi komponen utama aktivitas tambang.

“Minyak kita masih impor dan transaksinya menggunakan dolar. Begitu dolar naik, harga BBM otomatis ikut meroket. Bayangkan, biaya bahan bakar itu porsinya bisa mencapai 40 hingga 45 persen dari total biaya produksi,” ujar Adnan Faridhan, Kamis (21/5/2026).

Di tengah tekanan kurs, harga batu bara dunia sebenarnya masih berada pada level yang cukup menguntungkan. Namun kondisi itu belum cukup menolong perusahaan tambang.

Kenaikan biaya operasional disebut bergerak jauh lebih cepat dibanding keuntungan yang diperoleh dari harga komoditas. Situasi ini membuat banyak perusahaan mulai melakukan penghematan besar-besaran di lapangan.

Audit operasional diperketat. Perhitungan jarak pengupasan overburden (OB) dibuat lebih presisi.

Stripping ratio mulai disesuaikan agar tambang tetap ekonomis. Langkah efisiensi bahkan mulai menyentuh sisi paling sensitif operasional.

“Efisiensi dan strategi dalam operasional tambang juga kini ikut dalam tanda kutip dipangkas,” kata Adnan.

Yang paling terpukul disebut adalah kontraktor tambang yang masih terikat kontrak lama. Mereka harus menanggung lonjakan harga solar dan kurs dolar tanpa bisa langsung menyesuaikan nilai kontrak.

Di tengah tekanan kurs dolar, KADIN Kaltim justru menilai ancaman terbesar industri tambang saat ini bukan semata nilai tukar.

Sorotan utama diarahkan ke revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) di tingkat pusat.

Menurut Adnan, banyak perusahaan tambang kini menghadapi pembatasan kuota produksi yang tidak sesuai dengan pengajuan awal perusahaan.

Akibatnya, produksi tertahan saat harga batu bara sebenarnya masih cukup menjanjikan.

“Masalah utama sebenarnya di RKAB. Percuma harga bagus kalau kuota produksinya dibatasi, otomatis penjualan kita juga terbatas. Ini yang membuat laju ekonomi industri kita tersendat,” tegasnya menukil Kompas.com

Kondisi ini disebut mulai berdampak pada ekonomi daerah di Kaltim yang selama ini bertumpu pada sektor pertambangan.

Kabupaten Kutai Timur menjadi salah satu contoh daerah yang mulai merasakan perlambatan ekonomi akibat dinamika industri batu bara.

Padahal selama bertahun-tahun, sektor tambang menjadi mesin utama perputaran uang di daerah.

Mulai dari pajak, royalti, PPN, PPh, hingga Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), semuanya sangat bergantung pada aktivitas batu bara.

Ketika produksi melambat, efek dominonya langsung terasa. Daya beli bisa turun. Proyek melambat. Aktivitas ekonomi daerah ikut tertahan.

KADIN Kaltim mengingatkan pemerintah agar tidak terus membiarkan ekonomi daerah bergantung pada fluktuasi dolar dan harga komoditas mentah.

Menurut Adnan, hilirisasi dan pengembangan industri alternatif harus segera dipercepat sebelum ketergantungan ini menjadi bom ekonomi jangka panjang.

“Pemerintah harus serius menyiapkan industri alternatif dari sekarang. Jika kita terus bergantung pada fluktuasi dolar dan harga komoditas tanpa ada nilai tambah (hilirisasi), ekonomi kita akan selalu rentan,” katanya. [RE]

 

Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: Batu BaraKurs DolarKurs Rupiah
Previous Post

Jelang Iduladha, Samarinda Siaga Inflasi: Cabai dan Tiket Pesawat Naik

Next Post

Selambai hingga Tanjung Limau Masuk Kawasan Kumuh Bontang

BACA JUGA

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

16 Juli 2026 | 17:49
Tambang Tak Lagi jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Rupiah Tembus Rp17.688, Industri Batu Bara Kaltim Mulai Tercekik Meski Batu Bara Tertekan, Ekonomi Kaltim Diproyeksi Menguat di 2026 Nilai Ekspor Kaltim Tembus Rp273 Triliun, Didominasi Komoditas Non Migas

Tambang Tak Lagi jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kaltim

16 Juli 2026 | 14:49
Mulai 14 Juli, Harga Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg di Kaltim Turun

Mulai 14 Juli, Harga Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg di Kaltim Turun

15 Juli 2026 | 23:34
Retribusi Parkir Bontang Bocor Parah? Target Rp300 Juta Baru Capai Rp27 Juta

Retribusi Parkir Bontang Bocor Parah? Target Rp300 Juta Baru Capai Rp27 Juta

15 Juli 2026 | 21:26
Dilema BBM Subsidi Kaltim: Warga Lokal Mengantre, Pelat Luar Tak Bisa Diblokir Jangan Panic Buying! Stok BBM di Balikpapan Diklaim Aman

Dilema BBM Subsidi Kaltim: Warga Lokal Mengantre, Pelat Luar Tak Bisa Diblokir

13 Juli 2026 | 08:46
Next Post
Selambai hingga Tanjung Limau Masuk Kawasan Kumuh Bontang TMMD Kodim Bontang Rehab Rumah Warga Lok Tuan, Atap Mulai Dibongkar

Selambai hingga Tanjung Limau Masuk Kawasan Kumuh Bontang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

26 Juni 2026 | 21:44
Badak LNG Hidupkan Kembali Train F di Kilang Gas Bontang Badak LNG Buka Program Magang COOP bagi Mahasiswa Bontang, Berikut Syarat dan Tahapan Seleksinya Ditemukannya Gas Jumbo di Kaltim, Badak LNG Berpotensi Hidupkan Lagi 3 Kilang

Badak LNG Hidupkan Kembali Train F di Kilang Gas Bontang

14 Agustus 2024 | 07:37
Kasat Intelkam Polresta Balikpapan Berganti, Kini Dijabat Kompol Sumardi

Kasat Intelkam Polresta Balikpapan Berganti, Kini Dijabat Kompol Sumardi

19 Juni 2024 | 19:18

WN Korsel Tewas usai Lompat dari Lantai 23 Apartemen di Balikpapan

2 Juni 2022 | 19:59
Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

16 Juli 2026 | 17:49

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved