• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Niaga

Isu PHK Hantui Pekerja Tambang Bontang Kaltim, Serikat Buruh Ingatkan Dampak Sosial

Suriadi Said by Suriadi Said
7 April 2026 | 18:29
Reading Time: 2 mins read
0
1.500 Pekerja Tambang di Kaltim Terancam Kehilangan Mata Pencaharian Isu PHK Hantui Pekerja Tambang Bontang Kaltim, Serikat Buruh Ingatkan Dampak Sosial

Ilustrasi by AI.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

BONTANG, Pranala.co — Ketenangan para pekerja tambang batu bara di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) mulai terganggu. Dalam beberapa pekan terakhir, isu pemutusan hubungan kerja (PHK) mencuat dan menyebar dari mulut ke mulut. Meski belum ada kepastian resmi, kabar tersebut cukup membuat para pekerja diliputi rasa cemas.

Edwin, warga Kelurahan Kanaan, menjadi salah satu yang merasakan kecemasan itu. Ia mengaku sudah mendengar isu rencana PHK sejak sekitar sebulan lalu. Informasi yang beredar bahkan menyebut jumlah pekerja terdampak bisa mencapai ratusan orang.

PILIHAN REDAKSI

Tambang Tak Lagi jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Rupiah Tembus Rp17.688, Industri Batu Bara Kaltim Mulai Tercekik Meski Batu Bara Tertekan, Ekonomi Kaltim Diproyeksi Menguat di 2026 Nilai Ekspor Kaltim Tembus Rp273 Triliun, Didominasi Komoditas Non Migas

Tambang Tak Lagi jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kaltim

16 Juli 2026 | 14:49
Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

13 Juli 2026 | 15:40

“Memang kabar yang saya dengar seperti itu. Tapi sejauh ini masih sebatas informasi yang belum jelas. Belum ada PHK yang benar-benar terjadi,” ujarnya.

Keresahan serupa juga dirasakan Kiki Salam, pekerja tambang lainnya. Ia menerima kabar bahwa pengurangan tenaga kerja di salah satu perusahaan bahkan bisa mencapai setengah dari total karyawan.

“Informasinya bisa sampai 50 persen. Itu yang bikin teman-teman mulai khawatir,” katanya.

Tak hanya soal PHK, muncul pula skenario lain yang disebut-sebut menjadi opsi perusahaan, yakni mutasi ke wilayah tambang berbeda. Namun, pilihan ini bukan tanpa konsekuensi.

“Kalau mau tetap kerja, harus siap dipindahkan. Kalau tidak bersedia, ya pilihannya resign,” ungkapnya.

Situasi ini menggambarkan posisi pekerja yang serba dilematis. Di satu sisi ingin mempertahankan pekerjaan, di sisi lain harus menghadapi kemungkinan berpindah lokasi atau kehilangan penghasilan.

Sementara itu, Ketua Serikat Buruh Se-Indonesia Independen ’92 (SBSI ’92), Herman Tomi, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima informasi serupa dari jaringan serikat pekerja di tingkat pusat. Ia menegaskan, rencana pengurangan tenaga kerja bukan hanya persoalan internal perusahaan, tetapi juga berpotensi memicu dampak sosial yang lebih luas.

“Kalau benar terjadi, ini bukan sekadar angka PHK. Dampaknya bisa ke mana-mana, mulai dari meningkatnya pengangguran hingga tekanan ekonomi keluarga pekerja,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa kebijakan perusahaan seharusnya tidak diambil secara sepihak. Menurutnya, pekerja berhak mendapatkan kepastian, transparansi, serta solusi yang adil, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Lebih lanjut, Herman menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan serikat pekerja di tingkat pusat untuk menentukan langkah strategis apabila rencana PHK benar-benar direalisasikan.

“Kami pasti akan bergerak. Tapi saat ini masih menunggu arahan dari pusat agar langkah yang diambil terukur dan efektif,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekira 500 pekerja dari salah satu perusahaan tambang disebut berpotensi terdampak PHK. Sementara itu, untuk perusahaan tambang lainnya, belum ada laporan resmi terkait rencana serupa.

Sekadar diketahui, terdapat dua perusahaan besar yang selama ini menjadi pilihan utama warga Bontang untuk bekerja, yakni PT Indominco dan PT Pama Persada Nusantara. Meski secara administratif wilayah operasional kedua perusahaan tersebut berada di Kabupaten Kutai Timur, lokasinya yang berdekatan dengan Bontang membuat sebagian besar tenaga kerja berasal dari kota ini.

Data yang dihimpun menunjukkan jumlah pekerja di masing-masing perusahaan cukup signifikan. PT Indominco tercatat mempekerjakan sekira 415 orang, sedangkan PT Pama Persada Nusantara mencapai 5.420 pekerja.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan mengenai isu tersebut. Para pekerja pun berharap kabar ini tidak menjadi kenyataan, atau setidaknya disertai solusi yang tidak merugikan mereka. (FR)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: BontangPekerja TambangPemutusan Hubungan KerjaTambang Batu Bara
Previous Post

9 SPPG Bontang Boleh Buka Lagi kalau IPAL Lolos Verifikasi, Berikut Progresnya sampai Hari Ini

Next Post

Bupati Kutim Bingung, 12 Dapur MBG Ditutup, tapi Tidak Ada Melapor

BACA JUGA

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

16 Juli 2026 | 17:49
Tambang Tak Lagi jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Rupiah Tembus Rp17.688, Industri Batu Bara Kaltim Mulai Tercekik Meski Batu Bara Tertekan, Ekonomi Kaltim Diproyeksi Menguat di 2026 Nilai Ekspor Kaltim Tembus Rp273 Triliun, Didominasi Komoditas Non Migas

Tambang Tak Lagi jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kaltim

16 Juli 2026 | 14:49
Mulai 14 Juli, Harga Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg di Kaltim Turun

Mulai 14 Juli, Harga Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg di Kaltim Turun

15 Juli 2026 | 23:34
Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Retribusi Parkir Bontang Bocor Parah? Target Rp300 Juta Baru Capai Rp27 Juta

Retribusi Parkir Bontang Bocor Parah? Target Rp300 Juta Baru Capai Rp27 Juta

15 Juli 2026 | 21:26
Next Post
Bupati Kutim Bingung, 12 Dapur MBG Ditutup, tapi Tidak Ada Melapor Realisasi Pendapatan Kutim Baru 8,13 Persen RUPS Bankaltimtara, Bupati Kutim Minta Berinovasi Hadapi Penurunan Dana Transfer Daerah

Bupati Kutim Bingung, 12 Dapur MBG Ditutup, tapi Tidak Ada Melapor

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved