• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Niaga

Kaltim Kejar Cetak 16 Ribu Hektare Sawah, Bekas Tambang Dihidupkan Kembali

Suriadi Said by Suriadi Said
25 Juni 2026 | 10:26
Reading Time: 2 mins read
0
Kaltim Kejar Cetak 16 Ribu Hektare Sawah, Bekas Tambang Dihidupkan Kembali Ancaman El Nino Kaltim, Petani Diminta Tampung Air sebelum Agustus Kutim Defisit Beras 35 Ribu Ton, Produksi Lokal Baru 18 Persen Kaltim Bidik 20 Ribu Hektare Sawah Baru Tahun Ini Pupuk Kaltim Salurkan 836 Ribu Ton Pupuk Nonsubsidi, Petani Merasakan Dampaknya Penyerapan Pupuk Subsidi di Penajam Paser Utara Hanya Capai 3.766 Ton

Ilustrasi petani menanam padi di sawah.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

KALIMANTAN Timur (Kaltim) mulai mengurangi ketergantungan pada sektor ekstraktif dengan memperluas lahan pertanian. Pemprov Kaltim menargetkan lebih dari 16 ribu hektare sawah baru, sekaligus menyiapkan lahan bekas tambang agar kembali produktif sebagai kawasan pangan.

Langkah ini bukan sekadar mengejar peningkatan produksi beras. Pemprov Kaltim juga ingin memastikan lahan pertanian yang terbentuk tetap terlindungi dari ancaman alih fungsi di masa mendatang.

PILIHAN REDAKSI

Kaltim Kejar Cetak 16 Ribu Hektare Sawah, Bekas Tambang Dihidupkan Kembali Ancaman El Nino Kaltim, Petani Diminta Tampung Air sebelum Agustus Kutim Defisit Beras 35 Ribu Ton, Produksi Lokal Baru 18 Persen Kaltim Bidik 20 Ribu Hektare Sawah Baru Tahun Ini Pupuk Kaltim Salurkan 836 Ribu Ton Pupuk Nonsubsidi, Petani Merasakan Dampaknya Penyerapan Pupuk Subsidi di Penajam Paser Utara Hanya Capai 3.766 Ton

Kutim Defisit Beras 35 Ribu Ton, Produksi Lokal Baru 18 Persen

13 April 2026 | 16:54
Balikpapan Perluas Lahan Sawah, Target 50 Hektare di Gunung Binjai

Balikpapan Perluas Lahan Sawah, Target 50 Hektare di Gunung Binjai

11 April 2026 | 21:15

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Fahmi Prima Laksana, mengatakan program cetak sawah yang dimulai pada 2025 telah menghasilkan sekira 1.000 hektare sawah baru.

Lahan tersebut tersebar di Berau, Kutai Timur, Paser, dan Mahakam Ulu. Seluruh pekerjaan konstruksi rampung 21 Maret 2026.

Memasuki tahun ini, pemerintah menggandakan target pembangunan menjadi 2 ribu hektare di empat daerah yang sama.

Tak berhenti di situ, Pemprov Kaltim juga mengusulkan tambahan sekitar 13 ribu hektare sawah baru. Saat ini usulan tersebut masih berada pada tahap penyusunan dokumen survei, investigasi, dan desain (SID).

Jika seluruh rencana terealisasi, luas pengembangan sawah baru di Kaltim akan melampaui 16 ribu hektare.

Rencana tersebut mencakup sekitar 4.000 hektare di Kabupaten Paser, 4 ribu hektare di Berau, serta sekitar 5 ribu hektare yang tersebar di Kutai Kartanegara, Kutai Barat, dan Kutai Timur.

Fahmi menegaskan, perluasan sawah memiliki tujuan jangka panjang, yakni menjaga keberadaan lahan pertanian agar tidak mudah berubah fungsi.

“Ini upaya kita untuk mendapatkan lahan-lahan yang nanti bisa dilindungi, baik sebagai LP2B kabupaten/kota maupun KP2B dalam tata ruang provinsi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (24/6/2026).

LP2B atau Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan serta KP2B atau Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan merupakan instrumen perlindungan yang bertujuan menjaga sawah tetap menjadi kawasan produksi pangan.

Pemprov Kaltim juga tengah menyiapkan peraturan gubernur yang memberikan insentif kepada petani yang mempertahankan sawahnya tetap produktif. Kebijakan itu diharapkan mampu mengurangi tekanan ekonomi yang sering mendorong petani menjual atau mengalihfungsikan lahannya.

Salah satu langkah yang paling menantang adalah memanfaatkan lahan pascatambang sebagai kawasan pertanian.

Menurut Fahmi, kondisi tanah bekas tambang membutuhkan perlakuan khusus karena lapisan tanah atas atau top soil umumnya sudah rusak.

“Lahan pascatambang tentu akan kita upayakan untuk dimanfaatkan. Namun sebagaimana diketahui, ketika top soil sudah rusak, maka upayanya harus lebih keras. Selain pemupukan, kita juga harus melakukan pembenahan tanah agar lahan tersebut tidak asam,” katanya.

Ia menjelaskan, tingkat keasaman tanah memang menjadi persoalan yang cukup umum di Kalimantan Timur. Bekas aktivitas pertambangan membuat kondisi tersebut menjadi lebih berat sehingga proses netralisasi tanah menjadi syarat utama sebelum lahan dapat ditanami.

Selain membuka sawah baru, Pemprov Kaltim juga mulai melirik potensi padi ladang yang selama ini berkembang di wilayah dataran tinggi.

Komoditas tersebut banyak ditemukan di Mahakam Ulu, Kutai Barat, dan sejumlah kawasan pedalaman lainnya.

Pemprov berencana mendorong varietas lokal padi ladang agar mendapat pengakuan resmi dari kementerian sehingga dapat dikembangkan lebih luas.

“Kita juga punya potensi padi ladang yang luar biasa, terutama di Mahakam Ulu, Kutai Barat, dan dataran tinggi. Potensi ini akan kita gali betul-betul agar bisa menjadi varietas yang dilepas oleh kementerian, sehingga dapat dikembangkan lebih luas,” ujar Fahmi. [RIL]

 

Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: Lahan Sawah
Previous Post

RKAB Dipangkas, Kutim Khawatir Kehilangan Rp2,34 Triliun dan 10 Ribu Pekerja Berisiko PHK

Next Post

Bos Minyak Goreng Saro, Imam Ahmad Riskan Maju Calon Ketua HIPMI Bontang, Usung Ekonomi Lokal Naik Kelas

BACA JUGA

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

16 Juli 2026 | 17:49
Tambang Tak Lagi jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Rupiah Tembus Rp17.688, Industri Batu Bara Kaltim Mulai Tercekik Meski Batu Bara Tertekan, Ekonomi Kaltim Diproyeksi Menguat di 2026 Nilai Ekspor Kaltim Tembus Rp273 Triliun, Didominasi Komoditas Non Migas

Tambang Tak Lagi jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kaltim

16 Juli 2026 | 14:49
Mulai 14 Juli, Harga Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg di Kaltim Turun

Mulai 14 Juli, Harga Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg di Kaltim Turun

15 Juli 2026 | 23:34
Retribusi Parkir Bontang Bocor Parah? Target Rp300 Juta Baru Capai Rp27 Juta

Retribusi Parkir Bontang Bocor Parah? Target Rp300 Juta Baru Capai Rp27 Juta

15 Juli 2026 | 21:26
Dilema BBM Subsidi Kaltim: Warga Lokal Mengantre, Pelat Luar Tak Bisa Diblokir Jangan Panic Buying! Stok BBM di Balikpapan Diklaim Aman

Dilema BBM Subsidi Kaltim: Warga Lokal Mengantre, Pelat Luar Tak Bisa Diblokir

13 Juli 2026 | 08:46
Next Post
Bos Minyak Goreng Saro, Imam Ahmad Riskan Maju Calon Ketua HIPMI Bontang, Usung Ekonomi Lokal Naik Kelas

Bos Minyak Goreng Saro, Imam Ahmad Riskan Maju Calon Ketua HIPMI Bontang, Usung Ekonomi Lokal Naik Kelas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved