• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Minggu, Juli 19, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Niaga

Kutim Sumbang PNBP Rp9 Triliun, Minta ESDM Kembalikan Kuota Batu Bara 26 Juta Ton

Suriadi Said by Suriadi Said
23 Juni 2026 | 23:29
Reading Time: 2 mins read
0
Kutim Sumbang PNBP Rp9 Triliun, Minta ESDM Kembalikan Kuota Batu Bara 26 Juta Ton

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi saat bertemu Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

PEMERINTAH Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) bergerak cepat menyuarakan kekhawatiran daerah penghasil batu bara terbesar di Kalimantan Timur (Kaltim). Pemangkasan kuota produksi yang mencapai 26 juta ton dinilai berpotensi memengaruhi denyut ekonomi daerah hingga nasib ribuan pekerja.

Kekhawatiran itu dibawa langsung Wakil Bupati Kutim Mahyunadi saat bertemu Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

PILIHAN REDAKSI

Tambang Tak Lagi jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Rupiah Tembus Rp17.688, Industri Batu Bara Kaltim Mulai Tercekik Meski Batu Bara Tertekan, Ekonomi Kaltim Diproyeksi Menguat di 2026 Nilai Ekspor Kaltim Tembus Rp273 Triliun, Didominasi Komoditas Non Migas

Tambang Tak Lagi jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kaltim

16 Juli 2026 | 14:49
Batu Bara Sitaan di Kaltim Resmi Dilelang, Nilainya Tembus Rp20,9 Miliar

Batu Bara Sitaan di Kaltim Resmi Dilelang, Nilainya Tembus Rp20,9 Miliar

9 Juli 2026 | 08:22

Dia meminta pemerintah pusat mengembalikan kuota produksi perusahaan-perusahaan tambang melalui revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang dijadwalkan berlangsung awal Juli mendatang.

Dalam audiensi yang berlangsung di Gedung M Sadli, Jakarta Selatan, Mahyunadi didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Kutim Trisno, Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Sulisman, serta Anggota DPRD Kutim Pandi Widiarto.

Menurut Mahyunadi, pengurangan kuota produksi batu bara berpotensi menimbulkan efek berantai. Tidak hanya memengaruhi aktivitas perusahaan tambang, tetapi juga sektor-sektor lain yang selama ini bergantung pada industri tersebut.

“Kami datang untuk menyampaikan fakta-fakta di lapangan. Kami ingin status usulan RKAB perusahaan pertambangan di Kutai Timur menjadi acuan dalam revisi yang akan dilakukan awal Juli ini,” kata Mahyunadi.

Bagi Kutim, sektor pertambangan masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah. Karena itu, perubahan kebijakan produksi dinilai dapat berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi masyarakat.

Mahyunadi mengingatkan, apabila kuota produksi tidak dikembalikan sesuai usulan perusahaan, sejumlah pelaku usaha berpotensi melakukan efisiensi operasional. Kondisi tersebut dikhawatirkan berimbas pada tenaga kerja.

Ia menilai risiko gejolak ekonomi dan sosial bisa muncul apabila aktivitas pertambangan mengalami perlambatan dalam skala besar.

“Kami meminta perusahaan untuk lebih getol mengawal revisi RKAB di Juli nanti. Harapan kami, ini menjadi faktor yang sangat dipertimbangkan oleh pemerintah pusat agar tidak terjadi gejolak,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Kutim juga memaparkan besarnya kontribusi sektor pertambangan terhadap penerimaan negara.

Data yang disampaikan menunjukkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berasal dari Kutai Timur mencapai lebih dari Rp9 triliun.

Angka itu menjadi salah satu dasar argumentasi pemerintah daerah agar pemerintah pusat mempertimbangkan kondisi wilayah penghasil dalam setiap kebijakan sektor pertambangan.

Mahyunadi menilai kontribusi yang diberikan Kutim kepada negara sangat besar. Namun, menurutnya, porsi manfaat yang kembali ke daerah masih belum sebanding dengan kontribusi tersebut.

Meski belum menghasilkan keputusan final, seluruh masukan yang disampaikan Pemkab Kutim diterima oleh Direktorat Jenderal Minerba.

Pihak kementerian disebut telah mencatat berbagai kondisi yang disampaikan pemerintah daerah untuk dilaporkan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan dalam pembahasan revisi RKAB awal Juli mendatang. [HAF]

 

Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: Batu BaraTambang Batu Bara
Previous Post

432 Petani Kutim Tuntut 572 Hektare Lahan Dikembalikan, Ancam Mengadu ke Presiden

Next Post

Wamen HAM: Pemerintah Komitmen Selesaikan Isu HAM

BACA JUGA

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

16 Juli 2026 | 17:49
Tambang Tak Lagi jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Rupiah Tembus Rp17.688, Industri Batu Bara Kaltim Mulai Tercekik Meski Batu Bara Tertekan, Ekonomi Kaltim Diproyeksi Menguat di 2026 Nilai Ekspor Kaltim Tembus Rp273 Triliun, Didominasi Komoditas Non Migas

Tambang Tak Lagi jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kaltim

16 Juli 2026 | 14:49
Mulai 14 Juli, Harga Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg di Kaltim Turun

Mulai 14 Juli, Harga Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg di Kaltim Turun

15 Juli 2026 | 23:34
Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Retribusi Parkir Bontang Bocor Parah? Target Rp300 Juta Baru Capai Rp27 Juta

Retribusi Parkir Bontang Bocor Parah? Target Rp300 Juta Baru Capai Rp27 Juta

15 Juli 2026 | 21:26
Next Post
IMG 20260623 WA0046 edit 1322396816572174

Wamen HAM: Pemerintah Komitmen Selesaikan Isu HAM

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved