• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Juli 23, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Niaga

Rupiah Nyaris Rp18.000 per Dolar AS, DPR Singgung ‘Kode Kemerdekaan 17-8-45’

Suriadi Said by Suriadi Said
19 Mei 2026 | 16:58
Reading Time: 2 mins read
0
Rupiah Nyaris Rp18.000 per Dolar AS, DPR Singgung ‘Kode Kemerdekaan 17-8-45’

Ilustrasi. Foto Antara

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

NILAI tukar rupiah yang terus melemah hingga mendekati Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) mulai memunculkan kegelisahan baru. Bukan hanya di pasar keuangan, keresahan itu kini terasa hingga ruang rapat parlemen.

Dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Jakarta, Selasa (19/5/2026), anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menyinggung ramainya sindiran publik soal kurs rupiah yang dikaitkan dengan tanggal Kemerdekaan Indonesia.

PILIHAN REDAKSI

Tambang Tak Lagi jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Rupiah Tembus Rp17.688, Industri Batu Bara Kaltim Mulai Tercekik Meski Batu Bara Tertekan, Ekonomi Kaltim Diproyeksi Menguat di 2026 Nilai Ekspor Kaltim Tembus Rp273 Triliun, Didominasi Komoditas Non Migas

Rupiah Tembus Rp17.688, Industri Batu Bara Kaltim Mulai Tercekik

22 Mei 2026 | 00:19
THR 2026 ASN, TNI, dan Polri Disiapkan Rp55 Triliun, Cair Awal Ramadan THR 2026 ASN, TNI, dan Polri Disiapkan Rp55 Triliun, Cair Awal Ramadhan Rupiah Nyaris Rp17 Ribu, Menkeu Purbaya Yakin Penguatan Tinggal Tunggu Waktu

Rupiah Nyaris Rp17 Ribu, Menkeu Purbaya Yakin Penguatan Tinggal Tunggu Waktu

19 Januari 2026 | 21:34

“Sekarang muncul ejekan, kalau Rp17.845 berarti Indonesia merdeka: 17-8-45,” kata Harris di hadapan Perry Warjiyo.

Celetukan itu memang terdengar ringan. Namun di baliknya, ada kegelisahan yang lebih besar: rupiah terus tertekan meski Bank Indonesia sudah mengerahkan berbagai instrumen stabilisasi.

Dalam rapat itu, Harris mempertanyakan klaim BI yang menyebut kondisi rupiah masih “relatif stabil” dibanding mata uang negara lain. Menurut dia, ukuran stabilitas tidak cukup hanya dilihat dari indikator makroekonomi, tetapi juga dari apa yang dirasakan masyarakat sehari-hari.

“Di presentasi Bapak disebut rupiah relatif stabil. Tapi persepsi masyarakat berbeda. Yang dirasakan justru ekonomi melemah,” ujarnya.

Tekanan terhadap rupiah memang belum mereda. Kurs dolar AS sudah bergerak di kisaran Rp17.600 dan terus mendekati level psikologis Rp18.000. Angka itu menjadi sorotan karena mengingatkan publik pada periode-periode tekanan berat ekonomi nasional.

Harris mengakui BI tidak tinggal diam. Bank sentral telah melakukan intervensi besar-besaran di pasar valuta asing, menaikkan suku bunga instrumen SRBI hingga 6,41 persen, hingga membeli Surat Berharga Negara (SBN) ratusan triliun rupiah.

Namun langkah itu juga membawa konsekuensi. Cadangan devisa Indonesia disebut turun dari 156 miliar dolar AS menjadi 146 miliar dolar AS dalam upaya menjaga rupiah agar tidak jatuh lebih dalam.

“Semua instrumen sudah dipakai. Pertanyaannya, kenapa rupiah masih terus mengalami depresiasi?” kata Harris.

Menurut dia, tekanan global memang menjadi faktor utama. Penguatan dolar AS dan ketidakpastian ekonomi dunia membuat mata uang negara berkembang tertekan. Tetapi Harris menilai persoalan domestik juga ikut memperberat situasi.

Ia menyinggung masalah fiskal, defisit transaksi berjalan, arus modal keluar, hingga menurunnya kepercayaan investor sebagai faktor yang tidak bisa diabaikan.

Harris bahkan sempat menyinggung krisis 1998, meski menegaskan kondisi saat ini berbeda. Saat krisis moneter, rupiah terjun bebas dari sekitar Rp2.500 menjadi Rp16.500 per dolar AS. Kini, pelemahan terjadi dalam struktur ekonomi yang disebut lebih kuat karena dominasi utang domestik lebih besar dibanding utang luar negeri.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa stabilitas rupiah bukan sekadar angka di layar monitor ekonomi.

“Stabilitas itu harus dirasakan masyarakat. Jangan hanya stabil di indikator internal,” ujarnya. [RE/TK]

 

Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: DolarKurs DolarRupiah
Previous Post

Banyak Pembeli Tertipu Tampilan, Diskes Kaltim Beberkan Ciri Hewan Kurban Tidak Sehat

Next Post

Konflik Lahan Kaltim Meledak Lagi, Warga Mengadu ke Gubernur: Kami Selalu Kalah

BACA JUGA

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

16 Juli 2026 | 17:49
Tambang Tak Lagi jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Rupiah Tembus Rp17.688, Industri Batu Bara Kaltim Mulai Tercekik Meski Batu Bara Tertekan, Ekonomi Kaltim Diproyeksi Menguat di 2026 Nilai Ekspor Kaltim Tembus Rp273 Triliun, Didominasi Komoditas Non Migas

Tambang Tak Lagi jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kaltim

16 Juli 2026 | 14:49
Mulai 14 Juli, Harga Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg di Kaltim Turun

Mulai 14 Juli, Harga Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg di Kaltim Turun

15 Juli 2026 | 23:34
Retribusi Parkir Bontang Bocor Parah? Target Rp300 Juta Baru Capai Rp27 Juta

Retribusi Parkir Bontang Bocor Parah? Target Rp300 Juta Baru Capai Rp27 Juta

15 Juli 2026 | 21:26
Dilema BBM Subsidi Kaltim: Warga Lokal Mengantre, Pelat Luar Tak Bisa Diblokir Jangan Panic Buying! Stok BBM di Balikpapan Diklaim Aman

Dilema BBM Subsidi Kaltim: Warga Lokal Mengantre, Pelat Luar Tak Bisa Diblokir

13 Juli 2026 | 08:46
Next Post
Konflik Lahan Kaltim Meledak Lagi, Warga Mengadu ke Gubernur: Kami Selalu Kalah

Konflik Lahan Kaltim Meledak Lagi, Warga Mengadu ke Gubernur: Kami Selalu Kalah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

26 Juni 2026 | 21:44
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved